Skip to main content
MBOIS

follow us

Apa itu ODP, PDP dan Suspek Pada Kasus Covid-19 - Dalam kasus pandemi virus corona jenis baru, yaitu virus SARS-COV-2 atau dinamakan Covid-19, menjadi perhatian banyak kalangan, di Negara Indonesia sendiri muncul beragam istilah baru yang dalam hal ini menimbulkan kebingungan pada masyarakat atau sebagian pasien.

Istilah yang digunakan adalah ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dengan Pengawasan) dan Suspek terkait virus yang mengguncang dunia ini.

Virus Corona atau 2019 Novel Corona Virus merupakan virus baru yang menyerang sistem pernafasan pasien atau korban, dan penyakit ini disebut Covid-19.

Infeksi virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada akhir Desember 2019 kemudian menyebar dengan cepat  ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Apa Arti Dari ODP dan PDP Itu?

Menurut dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dr Panji Hadisoemarto MPH. yang mengutip dari buku Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI yang telah direvisi dua kali, dengan edisi ketiga terbit pada tanggal 16 Maret 2020.

a. ODP (Orang Dalam Pemantauan)

ODP merupakan mereka yang memiliki gejala panas badan atau gangguan saluran pernapasan ringan, dan juga pernah mengunjungi atau tinggal di suatu daerah yang diketahui merupakan daerah penularan virus tersebut.

Selain itu, bisa juga orang sehat yang pernah kontak erat dengan kasus terkonfirmasi Covid-19.

b. PDP (Pasien Dalam Pengawasan)

PDP Merupakan mereka yang memiliki gejala panas badan dan gangguan saluran pernapasan. Gangguan saluran pernapasan itu bisa ringan atau berat, serta pernah berkunjung ke atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan Covid-19.

Tidak hanya itu, PDP ini juga memiliki indikasi atau diketahui pernah berkontak dengan langsung dengan kasus yang terkonfirmasi atau probabel Covid-19.

c. Suspek

Suspek merupakan istilah lain dari PDP, Perbedaan utama PDP dan ODP adalah apakah ada gabungan panas badan dan gangguan pernapasan, dan apakah pernah berkontak dengan kasus terkonfirmasi.

Perlu juga diketahui, kasus probabel merupakan PDP yang hasil pemeriksaannya tidak dapat disimpulkan (tidak positif, tetapi juga tidak negatif).

Sedangkan kasus konfirmasi adalah seseorang yang terbukti terinfeksi berdasarkan hasil laboratorium.

Apakah ODP dan PDP Itu Berbahaya?

Jadi, menurut Dr Panji Hadisoemarto MPH tentu yang bisa menularkan penyakit Covid-19 adalah orang-orang yang memang terinfeksi virusnya (SARS-COV-2).

Namun, permasalahannya adalah bahwa sakit Covid-19 ini bisa muncul dengan gejala ringan ataupun berat, dan diagnosis Covid-19 pun memerlukan waktu.

Oleh sebab itu, kata dia, orang-orang yang memenuhi kriteria ODP maupun PDP dianggap berpotensi menularkan Covid-19 sampai terbukti sebaliknya dan harus menjalankan isolasi. Dari sisi isolasi, yang harus dilakukan untuk PDP dan ODP agak berbeda.

Isolasi PDP seharusnya dilakukan di rumah sakit, sedangkan ODP harus melakukan isolasi diri dengan berdiam di rumah selama 14 hari atau disebut dengan karantina mandiri.

Back to Content ↑

#stayhealth #stayathome 

Referensi

Bacaan Mbois Lainya :

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar